Home » » Weekend Di Museum Soeharto

Weekend Di Museum Soeharto

Patung Jenderal Besar (TNI) Soeharto
Hari minggu tidak ada acara, anak-anak mengajak untuk keluar sekedar melepas kepenatan setelah satu minggu sibuk dengan berbagai aktivitas. Saya jadi berpikir, kemana saya harus mengajak anak-anak berlibur, selain untuk refreshing, juga mempunyai nilai edukatif dan tentu saja murah meriah, apalagi kalau gratis... he he he.

Saya jadi teringat ada satu museum yang baru diresmikan pada tanggal 1 Maret 2013, yaitu Museum Soeharto yang ada di Kemusuk, Godean Sleman DIY. Museum ini berdiri di bekas rumah dari Soeharto. Dipilihnya tanggal 1 Maret diresmikannya Museum Soeharto menurut saya berkaitan dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa Indonesia dan menjadi catatan penting setelah Indonesia merdeka. Pada serangan Umum 1 Maret maka Soeharto yang pada waktu itu masih berpangkat Letkol, menjadi penggagas sekaligus pemimpin. Peristiwa itu membuktikan kepada dunia bahwa Tentara Nasional Indonesia masih ada untuk mempertahankan kedaulatan negara Republik Indonesia.

Terlepas dari berbagai pendapat yang negatif selama Soeharto 32 tahun memimpin republik ini, tetapi kita tidak bisa ingkar bahwa jasa beliau sangat besar untuk kemajuan bangsa ini. Jadi, menurut saya tidak adil kalau kita tidak mengapresiasi jasa beliau yang begitu besar untuk negeri ini.

Memasuki wilayah Kemusuk, kita disuguhi dengan wilayah yang asri, bersih dengan pagar rumah yang sama di kanan kiri jalan yang juga halus. Memasuki Museum, maka kita melihat bangunan yang megah dengan bentuk Joglo yang merupakan rumah adat Jawa yang menjadi akar budaya dari Soeharto. Begitu masuk  pintu gerbang, kita disuguhi dengan Patung Jenderal Besar (TNI) Soeharto. Di belakang Patung terlihat suatu pendopo dengan hiasan lampu kristal yang besar di tengah ruangan. Pendopo dalam rumah Joglo berfungsi sebagai tempat pertemuan atau menerima tamu. Melihat pendopo tersebut, maka sebagai seorang muslim, saya teringat bahwa Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memuliakan tamunya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa "barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya.

Di sebelah kanan museum ini terdapat gambar Soeharto yang sedang menjalankan ibadah sholat. Di bawah gambar tersebut terdapat tulisan yang sangat menarik perhatian saya. 
Sa - sa - sa
(tiga pedoman hidup)
Sabar atine - selalu sabar
Saleh pikolahe - selalu saleh, taat beragama
Sareh tumindake - selalu bijaksana

Tiga Pandangan Hidup Soeharto
Tiga pandangan hidup tersebut sangat dalam maknanya dan sangat baik apabila kita dapat menerapkannya untuk menjalani kehidupan kita di dunia. Sebagai manusia yang beragama, maka kita sudah seharusnya dapat bersikap sabar menghadapi berbagai cobaan, tantangan dan keadaan yang tidak menyenangkan, serta dapat mengambil tindakan-tindakan yang bijaksana untuk mengatasi berbagai cobaan tantangan dan keadaan yang tidak menyenangkan tersebut. Selain itu,, ketaatan dalam beribadah dan beragama, diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa hidup di dunia tidak langgeng, sehingga kita dapat selalu ingat agar setiap tindakan kita dapat mendatangkan manfaat bagi diri kita dan orang lain, serta tidak merugikan orang lain. Ada harapan dalam diri saya, agar pandangan hidup ini dapat dihayati dan diamalkan oleh para pemimpin di negeri ini, sehingga Indonesia dapat menjadi negeri yang makmur karena setiap pemimpinnya amanah memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

Di sebelah kanan dan belakang pendopo, ada suatu bangunan yang memanjang yang pada saat itu masih tertutup rapat. Menurut Satpam yang menjaga museum tersebut, kedua bangunan tersebut berisi diorama perjuangan Jenderal Soeharto, tetapi baru akan dibuka mulai tanggal 1 Juni 2013.

Ok sobat bloger ... demikian cerita saya kali ini, dan mungkin dapat menjadi sebuah informasi sebagai suatu alternatif wisata edukatif di wilayah Yogyakarta. Mungkin akan lebih baik apabila museum ini dikunjungi setelah 1 Juni 2013, sehingga dapat lebih komplit dalam flash back perjuangan Soeharto, dan tentunya akan banyak nilai-nilai perjuangan tersebut yang dapat kita tarik manfaatnya ......


Salam Manis.

20 komentar:

  1. pembuat patungnya usianya udah 80 tahun kan ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya sich begitu, tp patungnya tetep gagah kog.....hehhee

      Hapus
    2. Saya sering mendengar nama Museum Soeharto, dan sampai sekarang belum pernah sampai ke sana. Untuk urusan kunjungan ke Museum mana pun, saya termasuk yang paling ketinggalan, Selalu Tulalit dan juga kuran gaul. Saya cuma sampai ke Musium Bank Indonesia dan Museum Fatahillah saja. Mangap eh maaf kalau saya salah tulis. Terima Kasih sudah hadir dengan liputannya di sini. Serasa saya hadir di Museum Soeharto. :))))))))))))

      Hapus
  2. Tiga pedoman hidup yang mesti dapat diterapkan juga oleh kita.. Sangat bagus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, sangat menginspirasi kita agar lebih santun lagi

      Hapus
  3. Musium baru ya, tiket masuknya berapa mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tketnya masih gratis, karena resminya masih bulan juli bukanya

      Hapus
  4. sopo sabar bakal saleh lan sopo sing saleh bakal sareh, gitu kan mbak? ( siapa yang bersabar akan menjadi orang yang salah dan pada akhirnya menjadi bijaksana )

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin juga kayak begitu artinya, yg penting kesabaran akan membawa kebaikan

      Hapus
  5. wow jadi iri nih pengen kesana.

    _________________
    Blog dengan segala isi yang akan membuat hari-hari mu tidak bosan, stay enjoy, keep smile. Go to http://sdftyujklvbn.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan mampir kalau pas ke jogja

      Hapus
  6. Pengen deh liburan ke luar kota

    BalasHapus
  7. katanya...sih masih byk yg loyal dan merindukan ke pemimpinannya...

    terutama soal keamanan dan cari nafkah gampang pada masa nya ia memimpin
    #owh sy malah baru tahu tuh mbak...
    ada musuemnya di jogja :)

    BalasHapus
  8. katanya...sih masih byk yg loyal dan merindukan ke pemimpinannya...

    terutama soal keamanan dan cari nafkah gampang pada masa nya ia memimpin
    #owh sy malah baru tahu tuh mbak...
    ada musuemnya di jogja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya sich begitu, tapi memang dulu tuch jarang ada keonaran dan kebrutalan...gemah ripah loh jinawi

      Hapus
  9. met sore mbk trmkasih mbk dah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. met sore juga, mksh kunjungannya

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya.
Dilarang Spam, Promosi dan Porno