Home » » Tali Kasih

Tali Kasih

Si Kecil yang Mungil
Lama gak bikin postingan karena banyaknya masalah dan kesibukan yang harus diselesaikan ditambah dengan blognya ngadat jadi gak sempet bikin postingan baru. Belum lama aku menyibukkan diri di sebuah Panti Asuhan Anak Balita Gotong Royong Yogyakarta, sungguh aku tak menyangka bila di dalam panti tersebut banyak sekali anak-anak yang tidak berdosa, salah apakah mereka sehingga orang tuanya tega meninggalkan anak-anaknya ?

Dari pengurus panti saya berbincang-bincang mengenai anak-anak yang berada di panti itu dari mana saja ? mereka menuturkan bahwa anak-anak itu sengaja di kasihkan ke panti dari orang tuanya yang kebanyakan mereka adalah mahasiswa. Kaget aku mendengar itu....OMG, dalam hati mengumpat sendiri...kog sampai segitunya.

Anak-anak akhirnya pada tidur setelah dikasih susu botol

Waktu mau masuk ruangan bermain anak, tak kusangka ada beberapa anak-anak menghampiri dan mereka bilang gendong..gendong...ternyata mereka minta gendong.  dalam pikirku mungkin setiap yang datang ke situ dianggap orang tuanya sehingga mereka sudah tidak canggung dan takut. Akhirnya aku gendong juga anak yang merengek tersebut, eh tak lama kemudian dia tertidur. Gampang sekali anak tersebut tertidur, mungkin meresa hangat digendong ya ? setelah aku tidurkan ditempatnya saya gendong lagi anak yg lainnya, gak lama juga terus tidur. Mereka tidur hanya berada pada busa yang digunakan bersama-sama sangatlah nyaman sekali.

Asal tidur walaupun tanpa alas, Pengasuh ama anak2x
Badannya Panas tapi tidur di lantai
Walaupun sakit tetep aja mereka hanya tidur di atas busa dan kadang malah dilantai, tidak rewel dan hanya diam aja. Sungguh anak yang hebat dan kuat karena harus melawan rasa sakitnya sendiri. Karena minimnya pengasuh jadi harus bergantian yang merawat. Dari 22 anak yang di panti hanya  10 pengasuh itu aja di bagi 2 sif, 5 masuk pagi dan 5 lagi masuk malam. tentunya para pengasuh sangat kerepotan sekali, apalagi anak yang diasuh umurnya balita semua bahkan ada yang baby yang 2 bulan. Sungguh mulia para pengasuh tersebut karena rela menghabiskan waktu untuk anak-anak tersebut. Semoga mereka kuat dan mampu merawat aanak-anak dengan baik.

Sungguh suatu keberuntungan tersendiri yang kita rasakan, karena kita masih mempunya orang tua dan saudara-saudara yang menyayangi kita. Selagi kita mampu dan bisa untuk saling membagi kasih untuk sesama mari kita lakukan, karena melihat ternyata mereka tak sberuntung kita.
Selamat berjuang Nak, semoga kelak kamu menjadi orang yang berguna, masih banyak yang menyayangi kalian.

Salam Manis.

36 komentar:

  1. kunjungan pertama..salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksh kunjungannya....salam kenal kembali

      Hapus
  2. terharu bacanya...
    semoga mereka kelak tumbuh menjadi anak yg berguna..
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin....semoga berguna untuk orang banyak

      Hapus
  3. astagfirullah, mahasiswa zaman sekarang...berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab, apakah mereka tidak berpikir bahwa hal ini akan mereka pertanggungjawabkan pada hari penghakiman nanti...,
    selamat berjuang para pengasuh di Panti Asuhan Anak Balita Gotong Royong Yogyakarta, semoga ALLAH membalas segala amal mulia kalian,
    salam hangat selalu dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mas mahasiswa yg begitu bener2 bikin malu org tua dan mencoreng nama baik mahasiswa sekarang mas,hahaha -____-

      Hapus
    2. ya kadang hanya terbawa nafsu dan kenikmatan sesaat bisa menghalalkan segala cara, semoga mereke diberikan kesadaran dan bertaubat.....aamiin, semoga pengasuhnya ikhlas menjalankan kewajibannya.

      Hapus
  4. tega nian orangtuanya anak-anak jadi korban, semoga anak-anak itu tumbuh menjadi anak yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena menuruti nafsu , anak yg tidak bersalah malah jadi korban

      Hapus
  5. :( kasian -___- alhamdulillah saya lahir di keluarga penuh kasih sayang.. =.=

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat kasihan sekali, karena mereka tidak meresakan kasih sayang dari orang tuanya...

      Hapus
  6. itulah mbak terkadang bikin kita bingung, orang yang ingin punya anak terkadang sampai berobat kemana - mana, yang sudah bisa punya anak dengan mudah disia - siakan... moga aja mereka (anak) bisa menjadi berguna kelak dan tidak seperti orang tua mereka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali, kasihan melihatnya, akibat perbuatan orang tua anak jd korban

      Hapus
  7. Terharu baca ini mbak Lis, sungguh tega nian para orang tua yang menelantarkan anak-anaknya, mereka pada tidak tahu atau kurang menyadari bagaimana nantinya juika sudah tua siapa yang mengurusnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin sampai saat ini belun tersadar dan mungkin karena malu bila kelak/pulang ke asalnya udah bawa anak

      Hapus
  8. Subhanallah..Allahuakbar, semoga surga dan kebahagiaan lahir dan batin untuk admin yang dengan ikhlas ikut merawat dan mau menyibukkan diri di panti asuhan ini, juga membagikan artikel ini..ini membuat kita semua dapat bercermin dan semoga kian mencintai orang tua kita masing2....aaaamiiiin.

    sudah difollow a/n.Tukang Ubi cilembu, folbek yah agar saya gampang mampirnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, saling berbagi untuk yang baik...
      panti asuhan ini juga masih banyak membutuhkan uluran tangan bagi semua yg mau menyumbangkan hartanya.

      Hapus
  9. selamat siang mbk wah kunjungan pagih di kasih pencerahan yang sangat bermanfaat sekali sobat

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat siang, selamat membaca, semoga bermanfaat

      Hapus
    2. iya mbk sangat bermanfaat sekali mbk

      Hapus
  10. Sepertinya mereka tidak mengerti tapi mereka sangat menikmati.. Semoga jadi anak yang kuat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, karena tiap harinya sudah begitu, jadi tdk begitu dirasakan karena sdh kebiasaan mereka

      Hapus
  11. Balasan
    1. ya, apalagi bisa melihat langsung

      Hapus
  12. saya kebayang anak-anak saya. lhamdulillaah saya mensyukuri keadaan di sini. meski saya seperti nggak rela menyaksikan yang di luar sana sedemikian itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bersyukur dan harus selalu bersyukur karena tiap orang tidak memeliki keberuntungan yang sama, semoga anak2x itu menjd anak yg kuat.

      Hapus
  13. anak2 itu tidak berdosa,orangtuanya lah yg kelak mempertanggungjawabkannya di akhirat.
    mrebes mili saya mba teringat anak2 dipanti,
    semoga anak2 itu kelak menjadi orang yg baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...kita hanya bisa mendo;akan saja suapaya pada sehat selalu

      Hapus
  14. alhamdulillaah, kian bersyukur setelah baca postingan ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bersykur dan selalu harus bersyukur...

      Hapus
  15. Panti Asuhan Anak Balita Gotong Royong Yogyakarta? Hmm perasaan baru dengar ya hiheiheie. Maklum saya ke Jogjakarta tidak banyak yang saya jelajahi tahun 2005 yang lalu. Tapi ini referensi yang baik sekali dan saya akan coba menelusuri keberadaan Panti Asuhan Anak Balita Gotong Royong nanti jika ada kesempatan berkunjung ke Jogjakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kelak kalau pas main ke jogja bisa mampir, dan mudah2xan bisa berbagi rejeki buat anak panti....aamiin

      Hapus
  16. Hadir untuk memberi suport saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksh kunjungannya dan suportnya..

      Hapus
  17. muter2 mau cari yng baru eh kesasar kesinih lgi mbk heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehheee...cari yg baru ya...entar dech dibikinin...

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya.
Dilarang Spam, Promosi dan Porno